Waktu yang dinantipun telah tiba. Tgl 12 Nopember 2008 istri sayapun diperiksakan ke dokter kandungan di bandung, dan tentu saja dokter boleh-boleh saja memprediksikan kelahirannya sesuai prediksi dokter sendiri, yaitu 2 minggu yang akan datang…tetapi, kami berdua mempunyai keyakinan dan insting yang lebih kuat serta mempercayakan semuanya pada Allah SWT mengenai prediksi kelahiran anak kita, yang sepertinya tidak akan jauh lagi dan ”mengalahkan” prediksi seorang dokter.
Beranjak dari keyakinan itulah, kami sepakat meluangkan sedikit waktu untuk berkemas menyiapkan kelahiran anak kita yang pertama…satu harii kemudian pada tgl 13 Nopember 2008, istri saya pun seperti biasanya bekerja pada perusahaannya tempat ia bersosialisasi….namun ada kejanggalan dalam tubuh istri saya yang dirasakan pada saat jam pulang kantor, tepatnya sore hari yaitu jam 16.30 wib, tidak seperti biasanya istri mengalami saluran pembuangan air kecil yang sangat banyak, sehingga terbersitlah dalam pikirannya dan pikiran saya untuk sesegera mungkin diperiksakan kembali ke rumah sakit..
Maka, berkat ketegaran seorang istri, ia pergi ke rumah sakit, dan betapa terkejutnya kami, istri akan melahirkan hari ini…subhanallah..
Jam 19.00 wib kami masih berkomunikasi lewat handphone, untuk menanyakan berita ”up date ” dari istri saya…memang waktu itu belum merasakan mulas-mulas, sehingga dokterpun merangsangnya dengan infusan, dengan tujuan agar apabila diinfus tidak merasakan mulas-mulas yang hebat, kemungkinan besar istri saya akan melahirkan secara sesar,…. waktupun berlalu setengah jam kemudian yaitu pukul 19.30, tiba-tiba istri memutuskan percakapan kami, dengan diakhiri teriakan istri yang sebelumnya belum pernah saya dengar,dengan nyeri dan mulas yang begitu dahsyat yang dirasakannya….sebagai seorang suami, saya sadar akan perjuangan istri yang akan melahirkan, karena melahirkan adalah pertaruhan hidup dan mati!!
Sebagai seorang suami yang jauh dari istri, perasaan yang tidak menentu terus berkecamuk detik tiap detik menjelang kelahiran ini, dan tentu saja sebagai seorang muslim hanya bisa pasrah dan berdo’a serta membantunya secara spiritual yaitu membaca al’qur’an sebagai pegangan hidup kami.
Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar…………
Tepat Pukul 21.15 Wib, telah lahir seorang perempuan cantik dengan berat 2.7 kg, dengan panjang 47 cm, dalam keadaan normal dan sehat baik istri maupun anak kami…alhamdullilah…
Setelah proses melahirkan normal, 3 hari kemudian anak kamipun diperbolehkan pulang bersama istri…tetapi perjuangan kami belum sampai disini, istri saya mengalami hambatan dalam membuang air kecil, sehingga harus dibantu dengan alat catheter….kamipun harus sedikit bersabar kembali dengan terpaksa menginap kembali di rumah sakit yang tidak mengenakan dari sisi kenyamanan tidur dan kondisi perekonomian yang akan semakin membengkak…he..he…
Waktu yang dinantipun tiba, kami sekeluarga pulang dengan membawa kado terindah dalam hidup kami, seorang bayi mungil yang lucu tiada tandingan ( maklum anak sendiri, siapa lagi klo yang memujinya klo bukan kita, he.he…:-)……


