arti sebuah nama
Nama, setiap orang pasti punya setidaknya satu nama. Sebagian besar orang seringkali tidak memiliki pemikiran yang jelas benar apakah arti dari nama yang disandangnya. Beberapa malah nampak tidak memperdulikan hal tersebut.
Namun nama dapat banyak berarti, bahkan ada orang yang malu bernama tertentu, bahkan ada yang mengidamkan memiliki suatu nama.
Nama bagi sebagian besar orang tidaklah lebih dari sebuah pengenal, untuk membedakan dirinya dengan orang lain. Pengenal yang digunakan bagi orang lain untuk memanggil dirinya, pengenal yang digunakan saat mengisi suatu formulir aplikasi, pengenal yang digunakan dalam setiap ijazah atau piagam. Bagaimana mungkin kita dapat membedakan setiap individu tanpa nama? Bahkan sebuah huruf pun dapat menjadi nama si empunya. Tidak perlu harus untuk manusia, bahkan untuk membedakan setiap file pun kita memerlukan nama untuknya. Bisa saja kita menamakan suatu folder di komputer dengan huruf X semata, tetap saja itu membedakannya dari folder lain yang kita sebut Y.
Kalau saja seseorang tidak bernama, lalu bagaimana kita harus menunjuk orang tersebut? Haruskah kita mendeskripisikannya terlebih dahulu, seperti ketika kita harus bercerita tentang seseorang yang mancung-tinggi, berkulit putih, dan berambut ikal panjang sebahu? Yang seharusnya cukup kita sebut bernama Tina saja? Oh my God! Betapa lelahnya harus bercerita bilamana hanya untuk menggantikan satu kata kita harus berfrase sekian banyaknya.
Dalam kasus di atas, arti nama lebih daripada sebuah pengenal tapi juga menunjukan dari golongan dan dari daerah mana mereka berasal. Selain itu, nama bagi beberapa orang juga dilengkapi dengan keterangan dari keluarga mana dia berasal. Contoh saja keluarga-keluarga suku batak dengan nama yang berbeda-beda. Keluarga Simatupang berbeda dengan keluarga Silitonga.
Di dunia barat, bahkan nama keluarga ini sangat penting untuk mengetahui sejarah keluarga. Mereka bahkan dapat mengetahui bahwa berdasarkan nama mereka, mungkin saja mereka masih memiliki keturunan langsung dari keluarga bangsawan. Bagi beberapa orang status seperti itu sangatlah penting. Mereka bahkan rela bersusah payah untuk mengurus legalitas pengakuan atas status keturunan ningrat mereka.
Tak hanya itu, nama bisa saja perwujudan dari cinta orang tuanya. Beberapa orang bahkan membuat nama untuk anak mereka merupakan singkatan tertentu dari nama kedua orang tua. Contohnya saja nama Erdi, diambil dari nama ayah yang bernama Erry dan ibu yang bernama Dien, sederhana bukan?
Kadang-kadang juga ada orang tua yang mengambil nama dari sesuatu yang dikenangnya atau yang sangat membekas dalam hatinya. Contoh saja diva terkenal Indonesia yang bernama Krisdayanti, ia dan Anang suaminya menamakan putri pertama mereka Titania, karena saat mengandung, si Ibu begitu terkesan dengan film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo di Caprio tersebut.
Nama juga berarti suatu pengharapan saat si orang tua berharap akan seperti nama yang disandangnyalah sang anak nantinya. Seperti saat saya menamakan putri pertama saya dengan nama Lovely Keisha Diari, karena kami berharap agar dia kelak tumbuh menjadi anak wanita yang paling cantik hatinya dan rupawan diantara orang-orang lain.
